Perbedaan Dokter Gigi dan Tukang Gigi yang Perlu Anda Tahu

Perbedaan klinik gigi profesional dan tukang gigi ilegal

Di era media sosial, kita sering melihat iklan pasang behel atau veneer dengan harga yang “terlalu indah untuk menjadi kenyataan”. Seringkali, tawaran ini datang dari praktik tukang gigi atau salon gigi ilegal. 🚫

Sebagai pasien cerdas, Anda wajib tahu perbedaan klinik gigi dan tukang gigi. Ini bukan soal persaingan bisnis, tapi soal keselamatan nyawa dan kesehatan jangka panjang Anda.

1. Kompetensi & Pendidikan 🎓

Dokter Gigi: Menempuh pendidikan minimal 6 tahun (S1 + Koas/Profesi Dokter Gigi). Jika menempuh pendidikan dokter gigi spesialis, maka durasi studi ditambah 3-5 tahun lagi. Dokter mempelajari anatomi saraf, pembuluh darah, dan farmakologi. Di Syaify Dental, semua tim kami menempuh studi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM).

Tukang Gigi: Umumnya belajar secara otodidak atau turun-temurun. Pengetahuan mereka terbatas pada teknis pembuatan gigi tiruan lepasan, tanpa memahami struktur anatomi dan fisiologi jaringan tubuh.

2. Wewenang Tindakan (Legalitas) ⚖️

Berdasarkan Permenkes, wewenang tukang gigi HANYA sebatas membuat dan memasang gigi tiruan lepasan dari akrilik. Itu pun dengan syarat tidak menutupi akar gigi yang masih ada.

Tukang gigi DILARANG melakukan:

  • Pemasangan kawat gigi (Behel fashion/permanen).
  • Pencabutan gigi atau sisa akar.
  • Tambal gigi atau perawatan saraf.
  • Pemasangan veneer gigi atau crown.
  • Memberikan obat-obatan medis (antibiotik/antinyeri).
Standar sterilisasi alat dokter gigi yang aman

3. Standar Sterilisasi (Bahaya Penularan Penyakit) 🦠

Ini adalah poin paling krusial. Di klinik gigi profesional, alat-alat wajib disterilkan menggunakan Autoclave (pemanas bertekanan tinggi) untuk membunuh bakteri, virus, jamur berbahaya yang dapat menular melalui rongga mulut.

Di tempat praktik ilegal, seringkali alat hanya direndam air panas atau alkohol, yang TIDAK CUKUP membunuh bakteri, virus, jamur yang ganas. Hal ini meningkatan risiko penularan penyakit berbahaya. 

Akibat pasang behel di tukang gigi ilegal

4. Tanggung Jawab Medis 🏥

Jika terjadi komplikasi (gusi bengkak, perdarahan hebat, atau gigi mati), dokter gigi memiliki ilmu untuk menanganinya. Sebaliknya, jika terjadi malpraktik di tukang gigi, pasien seringkali ditinggal lepas tangan dan akhirnya harus berobat ke dokter bedah mulut dengan biaya perbaikan yang jauh lebih mahal.

Ingin merapikan gigi? Pilihlah layanan Orthodonti resmi. Ingin gigi putih? Pilihlah bleaching gigi laser yang aman.

🛡️ Pilih yang Pasti Aman & Legal!

Gigi adalah aset seumur hidup. Jangan korbankan demi selisih harga. Konsultasikan kebutuhan gigi Anda pada ahlinya di Syaify Dental Jogja.

📍 Alamat Klinik: Jl. Perkutut No.4, Mlangi, Sleman

📞 Chat Dokter Gigi Asli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *