Dalam dunia kedokteran gigi, istilah “menambal gigi” memiliki makna yang sangat luas. Banyak pasien yang terjebak pada persepsi bahwa semua tambalan itu sama, sehingga mereka kecewa ketika mendapati tambalannya hancur hanya dalam hitungan minggu.
Untuk menghindari kesalahpahaman, penting untuk mengetahui perbedaan tambal gigi biasa vs permanen. Di Syaify Dental Jogja, kami selalu mengedukasi pasien mengenai bahan apa yang masuk ke dalam mulut mereka.
Merasa Tambalan Anda Rapuh Seperti Kapur? 🏚️
Itu kemungkinan besar tambalan sementara! Segera ganti dengan yang permanen sebelum bakteri masuk.
1. Tambal Gigi Biasa (Tambalan Sementara) 🚧
Istilah “tambal biasa” sering dikaitkan dengan Tambalan Sementara (Temporary Filling / Fletcher). Sesuai namanya, bahan ini tidak dirancang untuk bertahan lama. Bentuknya seringkali putih menyerupai kapur dan bertekstur rapuh.
Kapan digunakan? Dokter gigi menggunakan bahan ini saat merawat gigi yang terinfeksi (perawatan saluran akar) yang butuh beberapa kali kunjungan. Obat dimasukkan ke dalam gigi, lalu ditutup dengan tambalan sementara agar mudah dibongkar di kunjungan berikutnya. Pasien dilarang keras mengunyah makanan keras di area ini.
2. Tambal Gigi Permanen (Resin Komposit) 💎
Inilah restorasi sesungguhnya. Tambalan permanen menggunakan material berteknologi tinggi seperti Resin Komposit yang disinari dengan lampu UV (sering disebut tambal sinar/laser). Bahan ini berikatan kuat secara kimiawi dengan email gigi.
Kapan digunakan? Digunakan untuk menutupi gigi yang berlubang dangkal hingga sedang, gigi patah (cuil), atau tahap akhir setelah perawatan saraf selesai. Karena sewarna dengan gigi, tambalan ini memberikan hasil estetika yang sempurna dan mampu menahan beban kunyah bertahun-tahun.
Mana yang Lebih Baik? 🏆
Tentu saja Tambalan Permanen adalah tujuan akhir dari setiap perawatan restorasi gigi. Tidak ada dokter yang akan meresepkan tambalan sementara untuk pemakaian jangka panjang, karena bahan sementara akan larut oleh air liur dan menyebabkan gigi berlubang lagi di bagian dalamnya.
Jadi, jika dokter Anda menempelkan tambalan sementara saat merawat saraf, pastikan Anda disiplin kembali untuk kontrol sesuai jadwal guna menggantinya dengan tambalan permanen atau pembuatan Dental Crown (Mahkota Gigi).
Tuntaskan Perawatan Gigi Anda!
Jangan biarkan gigi ditutup tambalan sementara terlalu lama. Selesaikan perawatan Anda dengan restorasi permanen yang estetik di Syaify Dental.



