Alkohol dan Perdarahan Gusi

September 27, 2016 - by syaifydental - in Blog, Konsultasi

1 Comment

Alkohol dan Perdarahan Gusi

Dr. Ahmad Syaify, saya ingin menanyakan apakah memang ada kaitan antara kebiasaan munim alkohol dengan perdarahan? Soalnya sewaktu periksa gigi ke salah satu rumahsakit, saya ditanyai apakah punya kebiasaan minum beralkohol. Mungkin karena penampilan saya sehingga dokter menanyakan hal itu. Tetapi yang saya tahu, betulkah ada hubungan antara minuman beralkohol dengan perdarahan gusi? Terima kasih atas penejlesananya ya dokter.

Maria S, mahasiswa PTN di Yogyakarta

 

 

Jawaban :

Mbak Maria, mudah-mudahan anda tidak termasuk golongan yang kecanduan minuman keras/beralkohol. Memang tidak bisa dipungkiri, masih banyak kalngan yang mengkonsumsi miras. Entah itu berupa bir, wishky, dry wire, vermouth, cocktail wine dsb.  Di masyarakat desa pun, ada juga kebiasaan minum beralkohol seperti tuak, ciu, arak, brem dll. Alkohol murni berwarna bening, mudah menguap, dan baunya khas. tidak dikonsumsi manusia.

Penggunaan alkohol secara kronis dapat menimbulkan efek fisiologis pada berbagai sistem organ, salahsatunya adalah sistem darah. Beberapa perubahan yang terjadi pada sistem hematologi akibat pengaruh alkohol, antara lain, hasil metabolik alkohol dapat menurunkan stabilitas membran kapiler atau dinding pembuluh darah.  Pada dosis tertentu, alkohol diduga dapat menekan sumsum tulang dan menyebabkan penurunan jumlah tromobosit.

Trombosit merupakan komponen penting yang dibutuhkan untuk hemostasis atau mengehntikan perdarahan. Trombosit bekerja langsung menyumbat kebocoran kecil pada pemubuluh datran dengan mengadakan agregasiu di daerah tersebut. Penurunan jumlah trombosit akan berdampak pada sulitnya darah untuk membeku.

Alkohol dapat menyebabkan perubahan segala jenis sel darah, baik bentuk maupun  jumlahnya. Sel darah merah (eritrosit) menjadi lebih besar ukurannya akibat pengaruh alkohol, sedangkan sel darah putih (leukosit) jumlahnya akan menurun. Alkohol dapat memperpanjang waktu perdarahan dan menghambat agregasi trombosit serta menurunkan jumlah fibrinogen.

 Alkohol; dengan konsetrasi 12% dapat menyebabkan menurunnya jumlah trombosit sehingga menaikkan risiko perdarahan. Meningkatnya risiko perdarahan dsebabkan alcohol mempunyai efek toksis langsung pada trombosit. Alkohol mempunyai titik tangkap pada membran sel. Aksi alkohol pada membran lipid adalah menyebabkan perubahan fluiiditas membran, kerusakan bentuk dan fungsi membran. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada trombosit dan akhirnya akan menurunkan jumlah trombosit. Selain itu alkohol mempunyai efek toksis pada megakariosit yang terdapat di dalam sumsum tulang. Megakariosit merupakan sel yang memproduksi trombosit. Penurunan jumlah megakariosit akan berdampak terjadinya penurunan jumlah trombosit.

Dalam satu penelitian, alkohol 20 dan 45 % mempunayi pengaruh terhadap peningkatan lama perdarahan pada luka gusi tikus, sedangkan alkohol 12 persen pengaruhnya tidak signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan, konsumi minuman beralkohol kadar tinggi akan memperlama waktu perdarahan. Apakah ini juga bisa berkaitan dengan perdarahan gusi. Jika dilihat pengaruh alkkhohol terhadap trombisit, boleh jadi alcohol secar tidak langsung juga dapat memperparah perdarahan gusi akibat adanya radang atau inflamasi.  Demikian yang bisa kami jelaskan, mudah-mudahan bermanfaat. Pesan kami sekali lagi, sebaiknya dihindari kebiasaan minum minuman beralkohol, apalgi sampai kecanduan atau adiktif. **

Alkohol dan Perdarahan Gusi

Share this article

syaifydental

3 thoughts to “Bingung Pilih Dokter Gigi”

  • Cream Hammer Of Thor

    October 23, 2016 at 11:03 am

    Bener suka bingung kalau cari dokter buat sakit gigi. Kebanyakan langsung di cabut giginya. Jadi ngeri lihatnya dok

    Reply
  • anymous

    November 7, 2016 at 3:26 am

    Dok saya mau bertanya apakah perawatan saluran akar bisa dilakukan dalam satu kali kunjungan? Karena psa ini sangat rawan sehingga kalo gagal katanya gigi rawan dicabut. Terima kasih

    Reply
  • Yesika

    November 27, 2016 at 6:09 am

    Dok ,gigi saya patah dr SD, menjalani bberapa kali pengobatan tp gak prnh sampai tuntas, waktu kuliah saya memutuskan menyelesaikan masalah gigi saya di klinik daerah jakal, dilakukan psa dan penambalan tp gigi saya terlanjur brubah warna membiru, dan walaupun ditambal tetap saja membiru, beberapa bln lalu ada karies di gigi dpn saya daerah dekat gusi, kmudian ditambal tapi antara tambalan dan gusi kok terasa ada celah dan trkadang kemasukan makanan, adakah solusi untuk gigi saya supaya tdk membiru dok? Dan trlihat rapi sperti gigi normal

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

×

Make an appointment and we’ll contact you.

Contact form

Hello, please use the form below in order to get in touch with our team.

Name