Bingung Pilih Dokter Gigi

Bingung Pilih Dokter Gigi

Yth Dr Ahmad Syaify, saya seorang tenaga medis yang bekerja di sebuah puskesmas di Yogya bagian barat. Sekitar sebulan yang lalu, saya ada masalah dengan gigi geraham kiri bawah. Sering terasa sakit terutama jika sedang makan. Kata sejawat dokter gigi di puskesmas, mungkin ada tambalan gigi yang bocor. Maka tambalannya dibongkar, lalu ditambal ulang dengan tambalan putih tapi bukan yang pakai sinar. Sempat reda sakitnya, tapi keluahan yang sama terulang lagi. Saya kemudian ke dokter lain, tapi diagnose dan penangannnya berbeda. Katanya, ada celah gusi yang bikin gigi sensitive sehingga bagian itu ditutup dengan tambalan sinar. Ternyata malah lebih sakit. Lalau saya datang ke RSGM, tambalan yang kedua itu dibongkar karena justru menutupi dan membahayakan gusi. Alhamdulillahsekarang sudah tidak sakit lagi. Pertanyaan saya, kok setiap dokter beda-beda diagnose dan penangannnya. Saya jadi bingung memilih dokter gigi. Mohon tanggapan, terima kasih.

dr X, di Sleman

dokter gigi

Jawaban:  Terima kasih teman sejawat dr X yang sudah mengangkapkan uneg2 dan pengalamannya kepada kami. Seharusnya jika mengacu pada panduan diagnostik dan standar opersional prosedur, maka tidak perlu terjadi ada yang saudara alami. Yang pertama tentu diagnosa harus tepat, dan selanjutnya treatment planning-nya juga harus sesuai untuk diagnosis penyakitnya. Itu prinsip dasarnya. Namun dalam kenyataan, memang kadang masih terjadi perbedaan antara dokter satu dengan dokter lainnnya untuk kasus yang sama. Saya kira hal demikian ini bisa dimaklumi, meskipun sebaiknya tidak perlu terjadi atau bisa ditekan seminimal mungkin.  Mengapa bisa terjadi? Antara lain lain karena faktor pengetahuan dan pengalaman. Setiap dokter mungkin memiliki pengetahuan yang tidak sama persis. Begitu pula beda pengalaman dalam menangani pasien. Memang bisa berasal dari perguruan tinggi yang sama, namun kemampuan nalar dan daya serap terhadap ilmu yang dipelajarinya masing-masing mungkin tidak sama. Belum lagi ada faktor daya kreativitas yang turut berpengaruh. Bidang kedokteran dan kedokteran  gigi merupakan gabungan  ilmu dan seni (science and art). Lalu bagaimana memilih dokter gigi? Ada baiknya memiliki dokter yang sudah betul-betul dikenal reputasi akademik maupun pengalaman kliniknya. Lebih baik lagi jika ada dokter yang sudah menjadi langganan keluarga, teman, dll sehingga katakanlah sudah recommended. Itu pun perlu ditunjang dengan fasilitas dan peralatan klinik yang memadai.  Lalu jika baru pertama kali ketemu, sebaiknya minta penjelasan yang cukup mengenai apa yang kita keluhakan. Untuk teman sejawat Dr X, karena sesame orang medis, tentu sedikit banyak bisa dinalar mana penjelasan dokter yang lebih logis tentang kasus yang anda alami. Jika kurang jelas atau masih ada keraguan, tanyakan lebih jauh lagi. Termasuk pula apa saja kemungkinan risiko yang timbul dilakukan indakan ini atau itu.

Seperti kasus  sejawat Dr X, ternyata keluhannya selesai setelah bertemu dengan dokter yang ketiga. Jika menyimak penuturan Anda, nampaknya memang masalan di daerah interdental atau celah antar gigi yang bersumber dari ambalan terdahulu. Mungkin saja kontur tambalan di bagian tepi gigi tersebut kurang sempurna, atau sudah gempil bagian tepinya sehingga bentuknya tidak sebagus pertama kali dulu. Dalam jangan panjang di bagian tersebut akan terjadi inlamasi gusi sehingga terbentuk kantung gusi. Seringkali hal tersebut menyebabkan gigi sensitif karena terjadi apa yang disebut hidden recession. Tetapi bagian tersebut tidak boleh ditutup dengan tambalan, karena justru akan memperparan inflamasinya. Itulah sebabnya, ketika anda datang ke dokter kedua dan ditambal (sinar) di celah aantar gigi, lalu menjadi lebih sakit beberapa hari kemudian. Dan setelah tambalan itu diperbaiki oleh dokter ketiga, anda merasakan keluahannya berangsung hilang.  Demikian informasi dan tanggapan kami, semoga bermanfaat.

 

3 thoughts on “Bingung Pilih Dokter Gigi

  1. Bener suka bingung kalau cari dokter buat sakit gigi. Kebanyakan langsung di cabut giginya. Jadi ngeri lihatnya dok

  2. anymous

    Dok saya mau bertanya apakah perawatan saluran akar bisa dilakukan dalam satu kali kunjungan? Karena psa ini sangat rawan sehingga kalo gagal katanya gigi rawan dicabut. Terima kasih

  3. Yesika

    Dok ,gigi saya patah dr SD, menjalani bberapa kali pengobatan tp gak prnh sampai tuntas, waktu kuliah saya memutuskan menyelesaikan masalah gigi saya di klinik daerah jakal, dilakukan psa dan penambalan tp gigi saya terlanjur brubah warna membiru, dan walaupun ditambal tetap saja membiru, beberapa bln lalu ada karies di gigi dpn saya daerah dekat gusi, kmudian ditambal tapi antara tambalan dan gusi kok terasa ada celah dan trkadang kemasukan makanan, adakah solusi untuk gigi saya supaya tdk membiru dok? Dan trlihat rapi sperti gigi normal

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *