Alkohol dan Perdarahan Gusi

Alkohol dan Perdarahan Gusi

Dr. Ahmad Syaify, saya ingin menanyakan apakah memang ada kaitan antara kebiasaan munim alcohol dengan perdarahan? Soalnya sewaktu periksa gigi ke salahsatu rumahsakit, saya ditanyai apakah punya kebiasaan minum beralkholo. Mungkin karena penampilan saya sehingga dokter menanyakan hal itu. Tetapi yang saya tahu, betulkah ada hubungan antara minuman beralkohol dengan perdarahan gusi? Terima kasih atas penejlesananya ya dokter.

Maria S, mahasiswa PTN di Yogyakarta

Alkohol dan Perdarahan Gusi

Jawaban :

Mbak Maria, mudah-mudahan anda tidak termasuk golongan yang kecanduan minuman keras/beralkohol. Memang tidak bisa dipungkiri, masih banyak kalngan yang mengkonsumsi miras. Entah itu berupa bir, wishky, dry wire, vermouth, cocktail wine dsb.  Di masyarakat desa pun, ada juga kebiasaan minum beralkohol seperti tuak, ciu, arak, brem dll. Alkohol murni berwarna bening, mudah menguap, dan baunya khas. tidak dikonsumsi manusia.

Penggunaan alkohol secara kronis dapat menimbulkan efek fisiologis pada berbagai sistem organ, salahsatunya adalah sistem darah. Beberapa perubahan yang terjadi pada sistem hematologi akibat pengaruh alkohol, antara lain, hasil metabolik alkohol dapat menurunkan stabilitas membran kapiler atau dinding pembuluh darah.  Pada dosis tertentu, alkohol diduga dapat menekan sumsum tulang dan menyebabkan penurunan jumlah tromobosit.

Trombosit merupakan komponen penting yang dibutuhkan untuk hemostasis atau mengehntikan perdarahan. Trombosit bekerja langsung menyumbat kebocoran kecil pada pemubuluh datran dengan mengadakan agregasiu di daerah tersebut. Penurunan jumlah trombosit akan berdampak pada sulitnya darah untuk membeku.

Alkohol dapat menyebabkan perubahan segala jenis sel darah, baik bentuk maupun  jumlahnya. Sel darah merah (eritrosit) menjadi lebih besar ukurannya akibat pengaruh alkohol, sedangkan sel darah putih (leukosit) jumlahnya akan menurun. Alkohol dapat memperpanjang waktu perdarahan dan menghambat agregasi trombosit serta menurunkan jumlah fibrinogen.

 Alkohol; dengan kosnetrasi 12% dapat menyebabkan menurunnya jumlah trombosit sehingga menaikkan risiko perdarahan. Meningkatnya risiko perdarahan dsebabkan alcohol mempunyai efek toksis langsung pada trombosit. Alkohol mempunyai titik tangkap pada membran sel. Aksi alkohol pada membran lipid adalah menyebabkan perubahan fluiiditas membran, kerusakan bentuk dan fungsi membran. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada trombosit dan akhirnya akan menurunkan jumlah trombosit. Selain itu alkohol mempunyai efek toksis pada megakariosit yang terdapat di dalam sumsum tulang. Megakariosit merupakan sel yang memproduksi trombosit. Penurunan jumlah megakariosit akan berdampak terjadinya penurunan jumlah trombosit.

Dalam satu penelitian, alkohol 20 dan 45 % mempunayi pengaruh terhadap peningkatan lama perdarahan pada luka gusi tikus, sedangkan alkohol 12 persen pengaruhnya tidak signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan, konsumi minuman beralkohol kadar tinggi akan memperlama waktu perdarahan. Apakah ini juga bisa berkaitan dengan perdarahan gusi. Jika dilihat pengaruh alkkhohol terhadap trombisit, boleh jadi alcohol secar tidak langsung juga dapat memperparah perdarahan gusi akibat adanya radang atau inflamasi.  Demikian yang bisa kami jelaskan, mudah-mudahan bermanfaat. Pesan kami sekali lagi, sebaiknya dihindari kebiasaan minum minuman beralkohol, apalgi sampai kecanduan atau adiktif. **

Alkohol dan Perdarahan Gusi

One thought on “Alkohol dan Perdarahan Gusi

  1. Ngeri Lihatnya.. Semoga bisa bermanfaat buat para pembaca

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *